26 January 2007

PENCARIAN ADAM AIR


Perjalanan Tim jalarambang dalam pencairan Pesawat ADAM AIR naas yang menhilang dari pantauan radar tgl 1 januari 2007,

Selama kurang lebih dua minggu tim melakukan pencarian mulai tanggal 10 hingga 21 januari 2007 berakhir di dusun marue desa bau kec.boggakaradeng Kab.Tanah Toraja

Tim Jalarambang terdiri dari 9 orang yang terdiri dari:
1.Drs Sunaryo (Mas YO')
2.Anwar Wajdi
3.Ilman
4.Muh Qadri
5.Ishak
6.Imo
7.Hasmudin
8.Kang Sugi
9.Roel (ulla)

Dengan mengendarai mobil xenia DD 446 MG pada tgl 11 jan 07 kami meninggalkan kota Makassar menuju Kab. Enrekang dan mampir di perbatasan kab Barru Dan Kodya Pare-Pare untukmenyaksikan penemuan serpihan pesawat Adam air.Kami mampir di Kediaman Pak Yunus seorang Guru di Salubarani Tanah Toraja dan menginap di Baroko kediaman bapaknya Nani (seorang mantan Kepala Di Baroko)

Esok hari tgl 12 jan 07 baru kami memulai melanjutkan ke dusun bataklitak kab. Enrekang dan melaksanakan shalat Jum'at didesa tsb, dgn Khatib dari tim kami yaitu pak Anwar Wajdi. setelah shalat dan makan siang kami memulai perjalanan keatas gunung Buttu Gassing dan bermalam disana. gunung tsb berada pada perbatasan Kab. Enrekang dan Kab Toraja.

13 jan 07 kami melanjutkan perjalanan ke desa Bau selatan kab Toraja. Qadri dan Ulla memindahkan POSKO Mobile kami kedusun Pandan Kab Toraja dlm perjalan kesana mereka mapir menjemput Pak Yunus di Salu barani( isteri beliau adalah penduduk asli dari dusun Bengo desa Bau Selatan Kec Bongka karaden).
Siangnya kami menghadapi medan yang sangat berat sehingga kami kehabisan air, malamnya kami memasang tenda dimana Ilman, Mas Teguh dan Asmuddin ditugaskan mencari air, namun karena medan yang amat sulit mereka gagal. sehingga malam itu kami tak dapat menikmati makan malam. jadi kami memutuskan untuk tidur dalam keadaan lapar dan haus.

Keesokan harinya 14 jan 07 kami bangun pagi dan berharap ada embun sekedar untuk dpt membasahi tenggorokan yg mulai mencekik krn haus. Namun aneh di tempat ketinggian 1.400 dari permukaan laut kami tak menemukan embun barang setetespun. Akhirnya Anwar dan Ilman memulai penurunan kesungai yang semenjak dari buttu gassing sudah nampak namun sulit ditempuh.Akhirnya anwar dan ilman berhasil membawakan air untuk semua tim yang ikut.
Setelah teman-teman sudah terbebas dari kehausan dan kelaparan tim kami mulai turun mandi dan istirahat sambil menikmati kopi di sungai salu makkan dan melanjutkan perjalanan menyusuri sungai yang arusnya sangat deras. akhirnya kami sampai di dusun pandan pada malam dimama Qadri dan Yunus serta Ulla membuat POSKO. Disini kami di perlihatkan suatu kebesaran Allah SWT yang lain sebagai tanda berupa cahaya yang sangat terang bagai lampu sorot di bagian puncak gunung yang merupakan tanda yang kami mohon kepada Allah agar dapat menentukan gunung yang akan kami tuju.


15 jan 07 ditambah 2 (dua) orang pemuda dusun setempat yaitu Sallang dan Taru, kami mulai perjalanan kami ke dusun Marue yang merupakan dusun yang terjauh (pedalaman) di kab toraja. Mobil kami terpaksa di tinggal di dusun Pandan krn medan jalan sudah tdk mampu untuk dilalui mobil. tim kami mampir bermalam dirumah keluarga yunus di dusun Bengo.

16 jan 07 kami melanjutkan perjalanan dari Bengo ke Marue.

17 jan 07 kepala dusun Marue ditambah 4 warganya serta 3 ekor anjing ikut dalam tim kami untuk menuju ke Buttu Undulan. Qadri dan Ulla Mebuat POSKO di desa tsb.kami bermalam di sebuah batu yang sangat besar yang menjorok keluar dimama mayarakat mengangap itu goa yang bernama Loko'Tambun.

18 jan 07 kami melanjutkan perjalanan dari loko' Tambun yang berada pada perbatasan Kab Toraja Dan Kab Pinrang ke buttu Undulan. kami berhasil mencapai puncak buttu Undulan, dari sini kami semakin jelas melihat posoisi yang akan kami tuju. Di puncak ini alam sudah tdk bersahabat lagi kami lansung dikepung awan hitam lalu di guyur hujan dan didera angin kencang. ini merupakan serangan dari penguasa daerah tersebut.
kami memulai mengangkat bendera perang dan menabuh genderang perang.

Jumlah tim kami yang bertambah banyak membuat kondisi Ransum (perbekalan) yang kami bawa tdk cukup dan habis, itu yg membuat kami tidak melanjutkan perjalanan kami ketitik sasaran.

kami sangat prihatin krn tak dpt melanjutkan Ekspedisi ini krn keterbatasan perbekalan, krn Ekspedisi ini murni dibiayai dari anggota tim tanpa bantuan dari pihak mamanpun.

kami sangat kecewa pada Kepala Camat Kecamatan Bongka karaden yang mencurigai kami akan melakukan pencurian situs budaya (Kuburan tua org toraja) sehingga kami di laporkan pada Polres Toraja di Makale.
disini kami bertambah kecewa krn pihak oknum Polres setelah melakukan penggeledahan dan menemukan parang yang kami gunakan untuk membersihkan ilalang yg sangat lebat dalam ekspedisi kami dengan ancaman undang-undang darurat tentang senjata tajam. Kami digiring pihak Polres ( tadinya oknum Polres mengatakan untuk membawa kami ke Kantor POLRES )ternyata kami dibawa ke Terminal Makale dan memintai kami sejumlah UANG dengan ancaman kalau tak memberikannya akan diproses.
memang kami akui kelemahan Ekspedisi kami karena tidak Didukung dengan Surat-Surat Isin dari pemerintah dan Kepolisian. tapi kami tetap berkoordinasi dengan pihak kepala dusun yang singgahi.

PUISI UNTUK MAMA

PUISI BUAT MAMA MAMA … KAU BEGITU PENYAYANG SEMENJAK KU DIDALAM KANDUNGAN HINGGA SEKARANG MAMA … KAU BEGITU BAIK SELALU MENDIDIKKU DAN MEMA...